Bangka Selatan, infoberitababel.com – Pemerintah Desa Nyelanding, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan, kembali menggelar tradisi budaya lokal Hikuk Helawang dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah. Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang akan dilaksanakan pada 16 Juni 2026 tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Desa Nyelanding.
Tradisi Hikuk Helawang merupakan salah satu agenda budaya yang selalu dinantikan masyarakat. Tidak hanya diikuti warga desa setempat, kegiatan ini juga terbuka bagi masyarakat umum dari berbagai daerah yang ingin merasakan suasana kebersamaan khas Desa Nyelanding.
Berdasarkan informasi yang tertuang dalam Tradisi budaya kegiatan, Hikuk Helawang menjadi ajang berkumpul, saling mengunjungi, dan memperkuat persaudaraan antarwarga.
Tradisi tersebut juga menjadi simbol semangat gotong royong yang masih terjaga kuat di tengah perkembangan zaman.
Kepala Desa Nyelanding, Nurdin, mengatakan bahwa pelaksanaan Hikuk Helawang bukan sekadar perayaan menyambut Tahun Baru Islam, tetapi juga menjadi upaya nyata masyarakat dalam menjaga identitas budaya daerah.
“Tradisi Hikuk Helawang ini merupakan warisan leluhur yang harus terus kita jaga dan lestarikan. Kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antarwarga, memperkuat rasa kebersamaan, sekaligus mengenalkan budaya Desa Nyelanding kepada masyarakat yang lebih luas,” ujar Nurdin.
Menurutnya, keberadaan tradisi tersebut memiliki nilai sosial yang sangat tinggi karena mampu menyatukan masyarakat dari berbagai kalangan dalam suasana penuh kekeluargaan.
“Melalui Hikuk Helawang, masyarakat dapat saling berkunjung, saling mengenal, dan memperkuat hubungan persaudaraan. Ini adalah budaya yang mengajarkan pentingnya kebersamaan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.
Nurdin juga mengajak seluruh masyarakat Bangka Selatan maupun masyarakat dari luar daerah untuk hadir dan meramaikan kegiatan tersebut.
“Kami mengundang seluruh masyarakat untuk datang ke Desa Nyelanding pada 16 Juni 2026. Mari bersama-sama merayakan Tahun Baru Islam dengan penuh keberkahan dan kebersamaan. Datang sebagai tamu, pulang sebagai keluarga,” katanya.
Selain menjadi sarana silaturahmi, Hikuk Helawang juga identik dengan penyajian berbagai hidangan khas yang disiapkan oleh masyarakat secara gotong royong. Tradisi saling berbagi makanan menjadi bagian penting yang mencerminkan keramahan dan kekompakan warga Desa Nyelanding.
Pemerintah Desa Nyelanding berharap kegiatan ini dapat terus dilestarikan oleh generasi muda agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, Hikuk Helawang diyakini akan tetap menjadi salah satu ikon budaya yang membanggakan bagi Bangka Selatan.
Melalui semangat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, masyarakat Desa Nyelanding ingin menunjukkan bahwa budaya dan nilai-nilai silaturahmi tetap menjadi fondasi utama dalam kehidupan sosial. Tradisi Hikuk Helawang pun diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, menjaga keharmonisan, serta memperkokoh identitas budaya lokal yang menjadi kebanggaan bersama.
(*/Muslim).







