Bangka, infoberitababel.com — Universitas Bangka Belitung (UBB) memperingati Lustrum IV yang dirangkaikan dengan pengukuhan tiga guru besar dalam Rapat Terbuka Senat, Senin (13/4/2026), di Gedung Balai Utama De Universitaria.

Momentum ini menjadi penanda dua dekade perjalanan UBB sejak berdiri pada 12 April 2006, sekaligus simbol penguatan kapasitas akademik perguruan tinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Prof. Dr. Ir. Sri Suning Kusumawardani, S.T, M.T (Direktur Sumber Daya di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia). Gubernur Kepulauan Bangka Belitung diwakili oleh Staf Ahli Gubernur, Dr. Drs. Agus Suryadi, M.Si., serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi dan kabupaten/kota, pimpinan perguruan tinggi, dan tamu undangan dari berbagai instansi.

Rektor UBB, Prof. Dr. Ibrahim, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran para tamu undangan dari berbagai daerah dan latar belakang institusi. Ia menegaskan bahwa peringatan Lustrum IV menjadi momentum strategis yang memadukan refleksi perjalanan kampus dengan optimisme masa depan.
“Dua dekade sudah Universitas Bangka Belitung berkontribusi membangun negeri. Hari ini menjadi istimewa karena kita tidak hanya merayakan hari jadi, tetapi juga mengukuhkan tiga srikandi anak bangsa sebagai guru besar yang akan melahirkan ilmuwan dan pembaharu masa depan,” ujarnya.
Rektor juga menambahkan bahwa momen ini semakin bermakna dengan penggunaan perdana Balai Utama De Universitaria sebagai pusat kegiatan akademik yang representatif.
Dalam kesempatan tersebut, UBB mengukuhkan tiga guru besar, yaitu:
• Prof. Dr. Devi Valeriani, S.E., M.Si., Guru Besar bidang Ekonomi Pariwisata pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis
• Prof. Dr. Reniati, S.E., M.Si., Guru Besar bidang Manajemen Sumber Daya Manusia Strategik pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis
• Prof. Dr. Derita Prapti Rahayu, S.H., M.H., Guru Besar bidang Hukum Perusahaan Pertambangan pada Fakultas Hukum
Rektor menegaskan bahwa pengukuhan guru besar merupakan capaian penting yang mencerminkan kematangan institusi. Guru besar memiliki peran strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan mutu pembelajaran, serta penguatan budaya riset di lingkungan universitas.
“Pengukuhan ini diharapkan dapat memotivasi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kinerja dan kontribusi dalam mendukung kemajuan universitas,” katanya.
Ketiga guru besar tersebut berasal dari bidang keilmuan strategis yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah dan nasional. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat kapasitas akademik UBB sekaligus mendorong kolaborasi riset dan inovasi yang lebih luas.
Peringatan Lustrum IV juga menjadi ajang refleksi atas capaian UBB dalam pengembangan pendidikan tinggi di Bangka Belitung. Berbagai upaya peningkatan mutu terus dilakukan, mulai dari penguatan sumber daya manusia, tata kelola kelembagaan, hingga perluasan jejaring kerja sama.
Selain prosesi pengukuhan, kegiatan ini turut diisi dengan orasi ilmiah dari para guru besar sesuai bidang keilmuannya.
Dalam kuliah umum, Prof. Suning memaparkan peran strategis perguruan tinggi dalam mendorong transformasi digital di era kecerdasan buatan (AI). Ia menjelaskan bahwa transformasi digital merupakan perubahan fundamental dalam cara manusia hidup, bekerja, dan berinteraksi dengan teknologi.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak sumber daya manusia unggul, memajukan sains dan teknologi, serta mengembangkan kurikulum berbasis digital dan AI. Selain itu, kampus juga berperan dalam memperkuat literasi digital, menjadi laboratorium sosial untuk membangun nilai moral dan etika, serta melahirkan kepemimpinan digital yang bijaksana.
Melalui momentum Lustrum IV dan pengukuhan guru besar ini, UBB diharapkan semakin memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan daerah serta berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Sumber: Humas UBB.
(*/Gunawan).







