Bangka Selatan, infoberitababel.com – Ketua Pansus DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pahlivi, terus bergerak cepat mematangkan arah kebijakan riset dan inovasi daerah. Pada Sabtu (11/4/2026), Pahlivi memimpin langsung kunjungan lapangan ke Kawasan Industri Sadai (KIS).
Langkah ini diambil untuk mensinkronkan antara potensi industri yang ada dengan pengembangan riset daerah. Pihaknya ingin memastikan, setiap kebijakan riset yang dilahirkan nantinya benar-benar selaras dengan kebutuhan dunia usaha, dan mampu menjadi mesin penggerak ekonomi yang berkelanjutan.
Dalam tinjauan tersebut, Pahlivi memberikan catatan kritis mengenai pentingnya landasan kajian yang kuat sebelum sebuah proyek besar dieksekusi. Menurutnya, kondisi di lapangan seringkali menjadi cermin bagi pengambil kebijakan.
“Hari ini kita berkunjung ke Kawasan Industri Sadai. Apa yang kita lihat sebenarnya menjadi cerminan bahwa sebuah proyek industri strategis, bila tidak dikaji dengan riset yang komprehensif, maka akan menghasilkan masalah di kemudian hari,” ujar Pahlivi di sela-sela kunjungannya.
Ia menjadikan Kawasan Industri Sadai sebagai studi kasus penting. Pahlivi menyoroti adanya jarak antara regulasi yang ada dengan fakta di lapangan serta keinginan daerah yang ternyata belum sepenuhnya sinkron.
“Ini menjadi referensi kita semua. Dalam setiap keinginan untuk menumbuhkan ekonomi atau membuat kegiatan ekonomi, sangat diperlukan riset dan kajian yang mendalam. Tujuannya agar proyek tersebut terantisipasi dengan baik, baik dari sisi kekurangan maupun kelebihannya,” tegasnya.
Lebih lanjut, politisi senior ini menjelaskan bahwa hasil riset bukan sekadar dokumen formalitas, melainkan alat navigasi. Kekurangan yang ditemukan dalam kajian riset akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan, sementara kelebihannya akan didorong menjadi nilai tambah bagi daerah.
“Studi kasus di proyek strategis Sadai ini memberi pelajaran berharga. Untuk menumbuhkan sebuah proyek yang memberi makna ekonomi nyata bagi masyarakat, kehadiran kajian riset itu mutlak diperlukan,” pungkas Pahlivi.
(*/Gunawan).







