Bangka Belitung, infoberitababel.com – Ketegangan terjadi dalam penerbangan Super Air Jet IU-820 rute Jakarta (CGK) menuju Pangkalpinang (PGK) pada Jumat (3/4/2026). Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung, Edi Nasapta, yang berada dalam penerbangan tersebut, mengecam keras tindakan oknum pramugari dan staf maskapai yang dinilai bersikap kasar kepada penumpang.
Kisruh ini bermula saat petugas melarang seorang penumpang membawa buket kembang potong ke dalam kabin. Padahal, kembang tersebut dibawa khusus untuk keperluan upacara Ceng Beng di Bangka Belitung.
Edi Nasapta yang menyaksikan langsung kejadian tersebut menyayangkan sikap awak kabin yang dinilai tidak profesional. Menurutnya, oknum petugas mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas dan cenderung membentak.
“Saya menyaksikan sendiri bagaimana petugas Super Air Jet menolak buket kembang potong itu dengan sangat kasar. Bahkan ada ucapan, ‘Mau Ibu yang turun atau kembangnya yang kami turunkan’. Ini sangat tidak sopan dan mencederai hak penumpang,” ujar Edi.
Ia menegaskan, buket kembang tersebut seharusnya diperbolehkan masuk ke kabin. Berdasarkan pantauannya, pihak AVSEC Bandara Soekarno-Hatta pun sudah meloloskan barang tersebut hingga ke pesawat.
Lebih lanjut, politisi Babel ini mengingatkan manajemen maskapai untuk lebih peka terhadap kearifan lokal. Saat ini, Bangka Belitung sedang dalam masa perayaan Ceng Beng, di mana banyak warga Tionghoa pulang kampung untuk menghormati leluhur.
“Pihak maskapai harus sadar bahwa mereka terbang karena ada penumpang. Kita harus menghormati tradisi warga Tionghoa di Bangka Belitung. Kembang potong dari Jakarta ke Bangka itu tidak butuh karantina khusus dengan ukuran segitu, tapi mereka tetap bersikeras dengan cara yang kasar,” jelasnya.
Selain persoalan tersebut, Edi juga menyoroti insiden lain yang melibatkan maskapai yang sama. Ia mengaku prihatin atas laporan 29 santri yang gagal terbang menuju Jakarta beberapa hari lalu, yang kini kasusnya sudah sampai ke meja Polda Bangka Belitung.
“Dua kejadian ini terjadi di Bangka Belitung dan sangat mencederai kami sebagai wakil rakyat. Ini menyangkut hak konsumen. Saya minta hukum ditegakkan dan manajemen Super Air Jet segera memperbaiki sistem training karyawannya,” tegas Edi.
Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali karena dapat merusak citra maskapai dan merugikan mobilitas masyarakat Bangka Belitung.
(*/Gunawan).







