Belitung, infoberitababel.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungpandan terus memperkuat program pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), khususnya melalui pembinaan kerohanian. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Tausyiah dan Safari Al-Qur’an bersama Habib Ahmad Al-Habsyi yang dilaksanakan di Masjid At-Taubah Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, Kamis (4/9/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 16.30 WIB tersebut diikuti oleh Kepala Lapas Kelas IIB Tanjungpandan M. Rolan, A.Md.IP., S.H., M.H., pejabat struktural, jajaran petugas, serta Warga Binaan. Kehadiran Habib Ahmad Al-Habsyi menjadi momentum bagi Warga Binaan untuk mendapatkan penguatan spiritual sekaligus motivasi dalam menjalani proses pembinaan.
Dalam sambutannya, Kepala Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, M. Rolan, A.Md.IP., S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Habib Ahmad Al-Habsyi yang telah memberikan tausyiah dan motivasi keagamaan kepada Warga Binaan.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Habib Ahmad Al-Habsyi di Lapas Tanjungpandan. Kegiatan seperti ini sangat penting dalam mendukung pembinaan kepribadian, karena pembinaan tidak hanya berkaitan dengan keterampilan, tetapi juga bagaimana membangun mental, spiritual, dan akhlak warga binaan,” ujar M. Rolan.
Ia menambahkan, masa menjalani pidana hendaknya dapat dimanfaatkan oleh Warga Binaan sebagai kesempatan untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri.
“Kami berharap pesan-pesan yang disampaikan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri. Jadikan masa pembinaan ini sebagai momentum untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan ketika kembali ke tengah masyarakat nantinya dapat memberikan manfaat,” tambahnya.
Sementara itu, Habib Ahmad Al-Habsyi dalam tausyiahnya mengajak Warga Binaan untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak membaca dan mempelajari Al-Qur’an, serta menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk melakukan perubahan diri.
“Tidak ada manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan. Yang paling penting adalah bagaimana kita menyadari kesalahan tersebut, kemudian berusaha memperbaiki diri. Jangan pernah merasa bahwa pintu ampunan Allah tertutup. Selama kita mau kembali, bertaubat dan berusaha menjadi lebih baik, selalu ada jalan,” pesan Habib Ahmad Al-Habsyi.
Habib juga mengingatkan agar Al-Qur’an tidak hanya dibaca, tetapi dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi menjadi petunjuk dalam kehidupan. Ketika kita dekat dengan Al-Qur’an, insyaallah hati menjadi lebih tenang dan perilaku kita juga akan semakin baik,” tuturnya.
Kasubsi Registrasi, Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, Buwanda, menilai kegiatan keagamaan seperti ini memiliki peran penting dalam mendukung proses pembinaan Warga Binaan.
“Pembinaan kerohanian merupakan salah satu bagian penting dalam proses pembinaan di Lapas. Melalui kegiatan seperti tausyiah dan Safari Al-Qur’an, warga binaan diberikan ruang untuk mendapatkan motivasi, melakukan introspeksi, sekaligus memperkuat keimanan dan ketakwaan,” ungkap Buwanda.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat membangun suasana pembinaan yang religius dan kondusif di lingkungan Lapas.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi warga binaan dan terus berlanjut secara berkesinambungan. Harapannya, nilai-nilai keagamaan yang diperoleh tidak hanya berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.
Salah seorang Warga Binaan berinisial AM mengaku mendapatkan motivasi dan pelajaran berharga dari tausyiah yang disampaikan.
“Banyak pelajaran yang saya dapatkan dari tausyiah hari ini. Kami diingatkan untuk tidak terus melihat masa lalu, tetapi harus berusaha memperbaiki diri. Saya pribadi merasa kegiatan seperti ini memberikan ketenangan dan motivasi untuk menjadi lebih baik,” ujar AM.
AM juga berharap kegiatan pembinaan keagamaan dapat terus dilaksanakan di Lapas Tanjungpandan.
“Semoga kegiatan seperti ini terus ada, karena sangat membantu kami untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan menjadi pengingat agar kami bisa berubah menjadi lebih baik,” tambahnya.
Kegiatan Tausyiah dan Safari Al-Qur’an berlangsung dengan aman, tertib, lancar, dan kondusif. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Lapas Kelas IIB Tanjungpandan dalam menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek kepribadian dan spiritual, sehingga Warga Binaan tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga memiliki bekal moral dan keagamaan sebagai modal untuk kembali ke masyarakat.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan dan kolaborasi dengan berbagai pihak, Lapas Tanjungpandan terus berupaya menciptakan proses pemasyarakatan yang mampu mendorong Warga Binaan untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas akhlak, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik setelah selesai menjalani masa pidana.
Sumber: Humas Lapas Tanjungpandan
(*/Luise).







